KLINIK PENGOBATAN " DARUSSYIFA " PIMPINAN : BPK ADO SADROI
MELAYANI TERAPI BEKAM
Selain mengobati
strok klinik darussyifa juga mengobati penyakit gejala strok seperti :
Asam Urat,
Diabetes,
Kolestrol,
Obesitas,
Darah tinggi,
Darah rendah
dan
juga penyakit lainnya
CALL CENTER :
0251-862-8384 HP. 0858-1429-8987 0813-1045-5344
Pengertian, Jenis, dan Gejala Strok
Pengertian Stroke Stroke merupakan penyakit yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh
darah otak atau pecahnya pembuluh darah di otak. Sehingga akibat
penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah tersebut, bagian otak
tertentu berkurang bahkan terhenti suplai oksigennya sehingga menjadi
rusak bahkan mati. Akibatnya timbullah berbagai macam gejala sesuai
dengan daerah otak yang terlibat, seperti wajah lumpuh sebelah, bicara pelo (cedal), lumpuh anggota gerak, bahkan sampai koma dan dapat mengancam jiwa
Jenis-Jenis Stroke Stroke Iskemik Jenis Stroke yang paling banyak, yakni sekitar 85% adalah stroke
iskemik, di mana aliran darah ke otak tersumbat oleh gumpalan darah atau
timbunan lemak yang disebut plak di lapisan pembuluh darah.Stroke iskemik terjadi akibat plak atau bekuan darah menyumbat pembuluh darah di otak Stroke Hemorrhagic. Stroke hemorrhagic terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak.
Karena pecah maka darah akan menumpuk dan menekan jaringan otak di
sekitarnya. Ada dua jenis stroke hemoragik
Perdarahan
intraserebral adalah jenis yang paling umum dari stroke hemoragik. Ini
terjadi ketika arteri di otak pecah, membanjiri jaringan sekitarnya
dengan darah.
Perdarahan subarachnoid adalah pendarahan di daerah antara otak dan jaringan tipis yang menutupinya.
stroke hemoragik atau perdarahan terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak.Transient ischemic attack
(TIA) adalah “peringatan stroke” atau “mini-stroke” atau stroke ringan
yang mengakibatkan tidak ada kerusakan permanen. Mengenali dan mengobati
TIA segera mungkin dapat mengurangi risiko stroke berat.
Tanda dan Gejala stroke Stroke dapat mempengaruhi organ indra, ucapan, perilaku, pikiran,
memori, dan emosi. Salah satu sisi tubuh mungkin menjadi lumpuh atau
lemah akibat stroke. Tanda-tanda dan gejala stroke yang paling sering, antara lain:
Tiba-tiba mati rasa atau lumpuh atau kelemahan pada lengan, wajah, atau kaki.
Kebingungan mendadak
Kesulitan berbicara, bicara pelo, cedal atau sulit memahami kata-kata orang lain.
Gangguan penglihatan secara tiba-tiba pada satu atau kedua mata.
Pusing mendadak, kesulitan berjalan, atau kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
Mendadak sakit kepala parah dengan tidak diketahui penyebabnya.
Tanda-tanda
dan gejala stroke selalu datang tiba-tiba. Jika gejala hilang setelah
beberapa menit, Anda mungkin mengalami “mini-stroke” atau stroke ringan
disebut juga transient ischemic attack (TIA). TIA tidak
menimbulkan kerusakan permanen tetapi dapat menjadi tanda peringatan
dari stroke yang sesungguhnya akan dan harus mendapatkan pertolongan
segera. Jika Anda atau orang lain mengalami satu atau lebih
tanda-tanda atau gejala-gejala stroke, segera dapatkan penanganan medis
yang memad
aku kali ini mau mengetengahkan masalah pencegahan penyakit yang lagi tren..oke langsung kita tancap.
Asam asetil salisilat (ASA) atau bahan aktif aspirin dalam dosis rendah
diketahui mampu mencegah kejadian awal serangan penyakit jantung dan
stroke. Dengan formula terbaru tersebut diharapkan bisa menekan jumlah
penderita penyakit kardiovaskuler yang saat ini telah menjadi pembunuh
nomor satu di Indonesia.
Menurut Ketua Bagian Penerangan dan Penyuluhan Masyarakat Yayasan
Jantung Indonesia, Dr. Jetty Setywan, berbagai penelitian telah
membuktikan terapi aspirin dosis rendah (100mg) dapat mengurangi risiko
gangguan serangan jantung pertama sebesar 32 persen dan risiko gangguan
serangan jantung, stroke dan gangguan pembuluh darah hingga 15 persen.
Studi internasional ARRIVE (Aspirin to Reduce Risk of Initial Vascular
Events) meneliti kemampuan ASA di lima negara selama lima tahun terhadap
12.000 orang berisiko sedang, untuk menguji manfaat ASA dosis rendah
dalam mengurangi serangan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah)
serta serebrovaskuler (pembulu darah di kepala). Setiap responden diberi
ASA dosis rendah dan dilihat kapan kejadian pertama serangan jantung
atau store. Ternyata ASA mampu mencegah 25 persen kejadian awal
kardiovaskuler.
Menurut Jetty, mengonsumsi aspirin dosis rendah tiap hari dapat mencegah
serangan kardiovaskuler pada orang yang belum pernah terkena stroke
atau serangan jantung serta penyumbatan darah di kepala. Sedangkan bagi
orang yang telah terkena jantung atau stroke diharuskan mengonsumsi
Aspirin dosis rendah.
Meski begitu konsumsi ASA dosis rendah tetap harus berhati-hati karena
memiliki dampak mengiritasi lambung, terlebih pada penderita sakit maag
berat.M2/An)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar